Tampilkan postingan dengan label organisasi berkas langsung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label organisasi berkas langsung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Juli 2014

Organisasi Berkas Langsung



Dengan organisasi berkas langsung, untuk menemukan suatu rekaman tidak melalui proses pencarian, namun bisa langsung menuju alamat yang ditempati rekaman.
Pada awalnya, untuk tujuan tersebut maka digunakan cara dengan menyimpan rekaman pada alamat yang sama dengan nilai kunci rekaman tersebut. Contohnya : rekaman dengan kunci 100 akan disimpan di alamat 100. Sehingga untuk menemukan sebuah rekaman cukup melihat nilai kunci dan menuju ke alamat yang ditunjuk oleh kunci rekaman tersebut. Contoh : untuk membaca rekaman dengan kunci 55 langsung saja menuju alamat 55.
Dalam hal ini akan dibahas berbagai teknik yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam merancang system. Khususnya dalam menentukan lokasi rekaman yang akan disimpan serta pembacaan rekaman tersebut.
Hal tersebut hanya mungkin terjadi bila bila kunci rekaman juga merupakan alamat lokasi rekaman. Dengan demikian waktu pencarian akan sangat baik, yaitu 1 probe untuk setiap rekaman yang dicari. Harus dimengerti harus tersedia 1 lokasi untuk setiap kemungkinan kunci rekaman.
Cara Untuk mengorganisasi berkas untuk pengaksesan langsung, yaitu :
1. Kunci Sebagai Alamat Rekaman Yang Unik

Untuk mendapatkan rekaman yang diasosiasikan dengan suatu kunci primer, sangat diharapkan agar proses langsung menuju ke alamat tempat rekaman dengan kunci tertentu disimpan. Hal tersebut hanya mungkin terjadi apabila kunci rekaman juga merupakan alamat lokasi rekaman. Untuk suatu aplikasi dengan rekaman berisi informasi mahasiswa, untuk tigabelas digit nomor identitas mahasiswa (atau kunci utama rekaman yang merupakan gabungan dari 4 digit kode fakultas + jurusan, 4 digit tahun angkatan + 5 digit nomor urut), maka diperlukan 9.000.000.000.000 lokasi sebagaimana diperlihatkan pada gambar dibawah ini.

 

  Dengan demikian waktu pencarian akan sangat baik, yaitu probe 1 untuk setiap rekaman yang dicari. Namun teknik tersebut memiliki kerugian, karena diperlukan ruang yang sangat besar untuk menampung semua rekaman. Namun, pasti ada beberapa nomor yang kosong karena beberapa alasan, misalnya sudah lulus, mengundurkan diri, drop-out, cuti, dan sebagainya. Sehingga tidak semua ruang dimanfaatkan.

2. Konversi kunci rekaman menjadi satu alamat yang unik
Dilakukan untuk mengantisipasi kerugian dengan korespondensi 1-1. Terdapat beberapa formula, beberapa diantaranya.
Contoh Sistem reservasi penerbangan. Jika suatu maskapai penerbangan memiliki nomor penerbangan dari 1 sampai 999, ingin memantau reservasi pesawat selama setahun yang jumlah harinya 1 sampai 366 (1 tahun), maka nomor penerbangan dan hari-ke dapat dihubungkan untuk mendapatkan lokasi rekaman yang berisi data reservasi penerbangan pada hari tertentu.
Domo-kun Staring